Buletin Mingguan Melsa
 Melsa Weekly Bulletinhomeabout usadvertisesubscribefeedbackhelpcontact
   

RAMALAN KEHIDUPAN WANITA DI TAHUN 2003

Women's Career
Di tahun 2003 nanti, menurut cenayang, Irma Rosita, lapangan pekerjaan lebih banyak membuka peluang untuk wanita daripada laki-laki. Hal ini disebabkan karena orang sudah mengakui keberadaan dan kemampuan wanita. Tapi, jangan bersorak senang dulu karena hambatan tetap saja ada. "Indonesia ini masih didominasi lelaki, maka untuk maju dalam karir akan ada hambatan-hambatan," kata Irma. Namun Irma memprediksikan bahwa dibanding tahun 2002, wanita akan mengalami kemajuan pesat dalam karirnya di tahun 2003.
Bidang pekerjaan yang bisa dirambah oleh wanita hampir tak terbatas. Marketing, banking dan pekerjaan-pekerjaan di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah lapangan pekerjaan yang mempunyai peluang besar bagi wanita. Karena adanya kesempatan untuk mengembangkan diri itulah maka peluang wanita untuk menduduki posisi kunci di dalam perusahaan, terbuka lebar. "Saya melihat bahwa akan banyak wanita yang menduduki pucuk pimpinan perusahaan. Hanya saja jarang diekspose," kata Irma.

Perubahan zaman, globalisasi dan pengaruh dari dunia Barat turut memperlancar aliran karir wanita, apalagi karena wanita zaman sekarang semakin berani ambil resiko. "Wanita zaman sekarang sigap menangkap peluang, tidak takut akan tantangan di depannya. Meskipun demikian di beberapa departemen, pria masih dimenangkan untuk memegang jabatan penting," papar Irma.
Wanita yang berperan ganda akan mengalami tantangan dari pasangannya sendiri, karena masih banyak pria yang menghendaki istrinya lebih banyak mengurusi rumah. Demikian juga di lingkungan pekerjaan, pimpinan pria masih menganggap bahwa wanita bisa diremehkan. Maka Irma menyarankan wanita untuk tidak mengambil pusing akan tanggapan dari lingkungan sekitar. "Kalau tidak begitu akan susah majunya nanti," katanya.

Women's Health
Stres akan banyak menghinggapi wanita tahun depan. "Banyak wanita sukses di kantor tapi pusing dengan urusan rumah," kata Irma. Maka, waspadalah terhadap sumber-sumber stres. Sumber stres biasanya datang karena tidak terampilnya wanita mengatur urusan karir dengan rumah tangga. "Kadang kebiasaan wanita yang boss di kantor terbawa-bawa hingga ke rumah. Hal ini bisa jadi sumber perselisihan dengan suami dan ujung-ujungnya wanita didera stres berkepanjangan," papar Irma. Irma menyarankan agar wanita lebih peka terhadap perasaan suaminya. "Masih banyak pria yang minder dan kurang bisa menerima kemajuan istri. Hal ini harus diperhatikan sungguh-sungguh," kata Irma.
Stres yang berkepanjangan ini bisa menjadi pemicu kanker. Maka selain bekerja keras wanita harus banyak meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri. "Masalah jangan terlalu banyak dipikirkan. Take it easy saja. Memang sulit tapi pasti bisa," saran Irma. Irma juga menyarankan agar wanita tidak lari ke rokok saat stres, pasalnya stres plus rokok akan mempertinggi risiko wanita untuk terkena kanker.
Penyakit-penyakit khas wanita seperti kanker payudara dan kanker rahim juga masih akan menghinggapi wanita. Menjelang usia 40 wanita harus melakukan pengurangan-pengurangan pada makanannya supaya tidak terkena penyakit-penyakit seperti kolesterol atau darah tinggi.

Women's Lovelife
Irma melihat bahwa tahun depan, jumlah wanita yang melajang akan lebih banyak ketimbang yang menikah. Penyebabnya, selain karena jumlah pria yang lebih banyak dari wanita (membuat kebanyakan pria bersikap 'jual mahal'), juga karena pria yang materialistis akan semakin banyak jumlahnya. "Sekarang tidak hanya wanita yang materialistis, pria juga," kata Irma. Sementara itu tuntutan pria kepada wanita tetap tidak berubah, pria masih menuntut wanita yang penurut dan nrimo. Sikap pria yang materialistis dan banyak tuntutan ini membuat banyak wanita enggan untuk menjalin hubungan serius.
Walaupun banyak wanita yang memilih melajang, namun karena tuntutan dari keluarga akhirnya membuat wanita memaksakan diri untuk menikah. Usia pernikahan juga semakin tua terutama dari wanita yang berpendidikan tinggi. Wanita-wanita yang menikah, memilih untuk tidak memiliki anak banyak, apalagi karena kesempatan berkarir yang semakin luas.
Irma melihat bahwa tahun depan akan banyak terjadi perceraian, terutama dari kalangan artis. Wanita semakin berani mengambil keputusan untuk bercerai ketika mengalami ketidakcocokkan. "Pernikahan yang hanya bertahan sebentar akan banyak terjadi tahun depan," kata Irma. Maka. jumlah single parent atau janda juga akan semakin banyak. Sikap masyarakat lebih longgar dalam menerima status janda atau single parent ini. Jadi, tidak perlu khawatir akan pandangan miring dari status single parent ini.
Tahun depan, wanita cenderung memutuskan untuk menjadi single parent daripada harus mempertahankan hubungan yang tak lagi harmonis. Apalagi karena banyak pria yang materialistis, membuat perkawinan bisa berada di ujung tanduk. Irma menyarankan agar sebelum menikah, wanita dan pria sepakat dulu tentang pengelolaan uang rumah tangga. Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah konflik yang merembet ke perceraian di kemudian hari. "Uang tidak lagi menjadi perkara yang sepele, banyak perkawinan yang hancur hanya gara-gara ini," kata Irma prihatin. Memang kasus perselingkuhan juga akan banyak ditemukan, namun yang memicu perceraian justru karena masalah uang ini. Banyak pernikahan yang terjadi karena masalah untung rugi, bukan lagi semata-mata karena cinta.

Women's Money
Sejalan dengan perkembangan karir wanita, sumber keuangan keluarga juga akan lebih banyak berasal dari jerih payah wanita. Wanita juga masih jadi orang yang diandalkan dalam mengelola keuangan keluarga. Suami tidak lagi terlalu banyak mengkontribusikan kepada anggaran rumah tangga. Peluang dan kesempatan wanita untuk menggembungkan koceknya juga terbuka lebar tahun depan. Kebanyakan wanita semakin jeli dalam membidik kesempatan yang datang.
Uang akan jadi pilihan wanita dalam berinvestasi. Namun Irma menyarankan agar para wanita lebih waspada saat menginvestasikan uangnya. Pasalnya, kasus-kasus seperti Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) akan terjadi lagi tahun depan, tapi dengan gaya yang berbeda. Daripada mengalami kejadian yang merugikan, Irma menyarankan untuk menanam uang pada cara-cara konvensional seperti menabung atau mendepositokan uang di bank. "Usahakan untuk tidak terbujuk rayuan macam-macam investasi yang belum pasti," kata Irma mengingatkan.

Women's Sexlife
Tahun 2003 akan makin banyak wanita yang melakukan seks pra nikah, melebihi wanita yang melakukan pernikahan. Karena tahun ini orang makin terbuka dan bebas. Prinsip yang mereka anut, yang penting suka sama suka. Mereka juga menganggap hal ini sebagai kebutuhan. Hal ini berbeda dengan di luar negeri. Tren ini berkebalikan dengan yang terjadi di luar negeri, mereka sedang gencar-gencarnya menggembar-gemborkan 'menyimpan' keperawanan sampai pernikahan.
Wanita di tahun 2003 juga makin berani mengekspresikan dirinya pada pria. Alasannya, tentu saja karena jumlah wanita lebih banyak dari pria, maka mereka harus lebih berani, karena kalau tidak, mereka akan gigit jari.
Tahun depan banyak terjadi pernikahan, perceraian, dan pernikahan yang seumur jagung. Pernikahan seumur jagung banyak terjadi pada artis dengan alasan ingin membuat sensasi. Di tahun kambing ini juga, akan banyak terjadi perselingkuhan yang dilakukan wanita, karena kesempatan makin terbuka. Perselingkuhan yang terjadi di kalangan selebritis banyak yang akan 'tercium' oleh publik dan media massa.


<...Kembali ke Buletin

 
 
Melsa-i-net Website
Melsa Member Area
Netweaver Web Development
43a.net Web Hosting Area
Praxis VCD Transfer