|
Bagaimana Bangsa-Bangsa Merayakan Tahun Baru
Menyambut tahun baru adalah salah satu kebiasaan tertua dan termeriah yang
dirayakan di seluruh dunia. Banyak orang tidak tidur di malam tahun baru untuk
menyaksikan berlalunya tahun lama serta tibanya tahun yang baru. Banyak orang
saling berkunjung , memberi hadiah dan membuat janji-janji.
Perayaan tahun baru ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda , dan tidak
jarang pula dilakukan pada hari-hari yang berbeda pula di banyak negara. Kebanyakan
negara kristen merayakan pada tanggal 1 Januari, yang dimulai sejak abad 16.
Orang Amerika merayakan tahun baru dengan pergi ke gereja, menyelenggarakan pesta
dan mengunjungi tempat pertunjukan. Tahun baru , 1 Januari diisi dengan pawai
Rose Bowl di Pasadena, California, yang dapat pula disaksikan di seluruh dunia
melalui pesawat televisi. Bahkan Indonesia pernah ikut meramaikan dan mendapat
penghargaan melalui wakil yang dikirim.
Bangsa Austria percaya, jika kita menyentuh seekor babi di malam tahun baru, keberuntungan
akan tiba di tahun yang akan datang.
Tahun baru orang Cina , yang memakai kalender bulan dan disebut tahun baru Imlek,
dapat jatuh pada setiap waktu antara tanggal 21 Januari dan 19 Pebruari. Orang-orang
Cina di seluruh dunia merayakan tahun baru dengan menaikkan doa pada dewa dan
arwah nenek moyang . Reuni dan makan malam keluarga diadakan pada malam tahun
baru , agar seluruh anggota keluarga dapat tetap bersatu dan tetap saling mengenal
satu sama lain. Pada keesokan hari, semua orang , dengan berpakaian baru, mengucapkan
"Gong Xi Fa Cai", memberi hormat pada orang yang lebih tua dan membagikan
amplop merah berisikan uang, yang berarti keberuntungan, terutama pada yang lebih
muda. Pawai naga digelar di sepanjang jalan dengan memainkan tarian naga yang
terbuat dari kain panjang yang dilukis menyerupai seekor naga dan dimainkan oleh
beberapa orang . Kembang api dinyalakan untuk mengusir roh jahat. Rumah dibersihkan
dari atap hingga kebawah, hutang-hutang pun dilunasi. Tulisan "fu" yang
berarti kebahagiaan di tempel di beberapa bagian rumah. Rumah diberi hiasan dengan
bunga persik berwarna merah muda, yang berarti keberuntungan. Kueh ranjang disuguhkan
pada tamu-tamu, yang melambangkan dicegahnya orang berbicara jelek tentang orang
lain, karena mulut tak dapat dibuka oleh sebab lengketnya kueh.
Orang Ethiopia memperingati tahun baru pada bulan September. Orang dewasa dan
anak-anak laki-laki, mengumpulkan ranting-ranting kayu, membuat obor, menerobos
desa, berhenti di setiap rumah menyanyikan lagu selamat Tahun Baru. Sedangkan
gadis-gadis kecil membuat karangan bunga. Sambil mengenakan pakaian indah, gadis-gadis
tersebut membawa karangan bunga dari rumah ke rumah sambil menyanyikan lagu tahun
baru yang penuh harapan.
Di suatu desa kecil di Inggris, penduduk menari diiringi permainan musik, mengelilingi
api unggun, hingga api padam. Itu cara mereka mengatakan "Selamat Jalan Tahun
Lama, Selamat Datang Tahun Baru". Anggur di minum bersama untuk kesehatan
yang baik diantara teman-teman. Para suami memberi uang buat para istri untuk
membeli peniti selama setahun. Uang untuk peniti ini dimaksudkan sebagai sejumlah
uang kecil yang dihabiskan untuk hal-hal kecil.
Selanjutnya >>>
|