NASA
berencana meluncurkan misi ke Planet Merkurius bulan Agustus mendatang,
setelah selama 30 tahun tidak ada penerbangan ke sana. Misi ini
akan mengirimkan wahana pengorbit yang ditugaskan memetakan permukaan
planet serta mencari air beku di kawah-kawah kutubnya yang teduh.
Wahana bernama Messenger tersebut akan diluncurkan tanggal 2
Agustus mendatang. Ia akan menempuh perjalanan selama tujuh tahun,
dan memutari Bumi, Venus dan Merkurius untuk mendapatkan daya
lontar dari gravitasi planet-planet tersebut. Daya lontar diperlukan
wahana agar bisa mengorbit Merkurius selama satu tahun.
Menurut
para ilmuwan pengendali misi NASA, Kamis (15/7), Messenger baru
akan terbang di sekitar Merkurius tahun 2008, dan belum akan memulai
misinya hingga tahun 2011, setelah menempuh jarak 7,9 milyar kilometer.
"Wahana menempuh rute berputar-putar untuk menghemat biaya
dan tenaga karena bila ia langsung menuju sasaran, ia harus membawa
lebih banyak bahan bakar," kata Sean Solomon, ilmuwan utama
dalam proyek Messenger.
Terakhir kali National Aeronautics and Space Administration (NASA)
mengirimkan wahana ke planet yang paling dekat dengan Matahari
ini adalah tahun 1974 dan 1975. Waktu itu wahana Mariner 10 melayang
tiga kali, dan mengirimkan sedikit data permukaan Merkurius.
Sementara, Messenger akan membawa tujuh instrumen ilmiah, termasuk
kamera untuk mengetahui kondisi permukaan planet, spektrometer
untuk mengetahui komposisi kimia planet, magnetometer untuk mempelajari
medan magnet planet, dan altimeter untuk mengukur topografinya.
Es di permukaan oven?
Sean
Solomon, yang adalah juga ilmuwan dari Carnegie Institution of
Washington, mengkarakteristikan Merkurius sebagai planet yang
berbeda dibanding planet-planet dalam lain, seperti Bumi, Venus
dan Mars.
Merkurius sangat padat sehingga para ilmuwan yakin setidaknya
dua per tiga bagiannya terdiri dari besi. Perbedaan suhu siang
dan malam di Merkurius bervariasi di atas 600 derajat, dengan
suhu siang hari sekitar 450 derajat Celcius, kata Solomon. Oleh
sebab itu, pada malam hari, suhu bisa berada beberapa ratus derajat
di bawah nol.
Guna melindungi diri dari suhu siang hari yang amat tinggi, bagai
di dalam oven, wahana Messenger seharga 426 juta dollar AS itu
akan membawa tameng pelindung. Uniknya, walau suhu sangat tinggi,
para astronom hingga kini masih bertanya-tanya apakah ada air
beku di planet itu, di suatu tempat.
"Salah satu pertanyaan yang barangkali paling aneh adalah:
apakah planet terdekat dengan Matahari yang bersuhu ekstrim ini
memiliki es yang tersembunyi di kutub-kutubnya yang teduh,"
kata Solomon.
Tidak seperti Bumi, Merkurius tidak berputar pada sumbu yang
miring. Artinya kawah-kawah di kutub selatan atau utaranya akan
berada dalam keteduhan yang permanen. Selain itu, atmosfer Merkurius
yang amat tipis tidak akan membawa panas dari kathulistiwa ke
kutub seperti halnya atmosfer Bumi.
Menurut teori, dasar kawah-kawah teduh itu tidak pernah melihat
matahari dan diperkirakan cukup dingin --sekitar minus 180 derajat
Celcius atau lebih dingin-- untuk membekukan air di sana.
sumber : kompas.com