Indonesia Belum Optimal
Manfaatkan
Teknologi Informasi
Indonesia belum secara optimal memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai keperluan dan
kepentingan
nasional.
"Sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi, Indonesia belum
secara optimal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi itu," kata
Direktur Politik, Komunikasi, dan Informasi Bappenas Freddy H. Tulung di Jakarta,
Selasa.
Menurut dia, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi belum dimanfaatkan secara
optimal baik untuk menyediakan informasi maupun dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, meningkatkan kesadaran politik dan hukum seluruh komponen bangsa, serta
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara
optimal, katanya, berbagai upaya sebenarnya dipersiapkan dan dilaksanakan, khususnya
dalam rangka mengembangkan informasi, komunikasi dan media massa termasuk peningkatan
prasarana penyiaran, informatika, dan media massa serta peningkatan kualitas
pelayanannya.
Berbagai sasaran dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi telah ditetapkan
dalam Program Pembangunan Nasional atau Propenas 2000-2004.
Sasaran tersebut dicapai melalui berbagai program kegiatan antara lain membentuk
kebijakan teknologi informasi, memberikan stimulasi kepada masyarakat untuk mengembangkan
media secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan informasi, mendukung perwujudan
upaya pemerataan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, serta
meningkatkan pengembangan dan kemudahan bagi penyiaran televisi swasta dan penyiaran
publik yang berkualitas.
Program-program lain juga dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kebebasan
bagi media massa dalam melakukan kontrol sosial dan politik, membuka kesempatan
yang luas bagi semua pihak untuk menumbuhkembangkan pusat-pusat informasi yang
dapat mendukung terselenggaranya komunikasi dua arah secara transparan, membangun
jaringan komunikasi dan informasi antar pusat, pusat dan daerah, dan antar daerah,
serta ke mancanegara untuk memperjuangkan kepentingan nasional.
Program-program tersebut juga ditujukan untuk menyediakan informasi dan diseminasi
yang tidak terbatas pada informasi program pembangunan tetapi juga informasi
yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
"Sejalan dengan reformasi di berbagai bidang pembangunan, peran pemerintah
yang semula dominan sebagai penyedia dan pengatur sistem komunikasi, informasi,
dan media massa, telah berubah hanya menjadi fasilitator untuk terjadinya sistem
komunikasi yang kondusif dan terwujudnya arus informasi yang bebas namun tetap
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," kata Freddy H. Tulung.
(www.gatra.com) |