Harry Potter Dianggap Buku Menyesatkan
Untuk kedua kalinya, novel
Harry Potter yang penjualannya merajai seluruh dunia ini,
dicerca sebagai buku yang menyesatkan. Kali ini pernyataan
itu disampaikan oleh kelompok rohanian pastur Evangelist,
asal Taiwan. Mereka mengatakan, Harry Potter adalah buku
setan dan memperingatkan pada para orang tua untuk melarang
anaknya membaca buku yang bercerita mengenai pengalaman
sihir anak laki-laki itu.
Malah surat resmi telah disampaikan oleh Gereja
Ling-Leung, yang menulis esai dalam web site mereka, mengenai
larangan untuk membaca Harry Potter berikut 7000 buku yang
menyerupainya.
"Harry Potter adalah buku setan. Mereka
mengajarkan sihir dan menetang ajaran kitab suci," ujar
Tang Tai-hao, istri pastur Evangelist pada Reuters setelah
konfrensi pers yang mencela dan mengharamkan membaca untuk
Harry Potter. Selain itu, ibu dari dua anak ini, mengungkapkan
pula kalau Gereja Shihlin telah membakar beberapa bukunya.
Meski begitu, pengarang buku Harry Potter,
J.K Rowling mengatakan dalam websitenya, bahwa kisah mengenai
anak berumur sebelas tahun yang sedang mempelajari ilmu sihir
di sekolah Hogwarts ini, hanya ingin menangkap dunia imajinasi
anak-anak saja.
Tapi menurut Tang, buku itu bukan fiksi semata.
"Ceritanya nyata. Contohnya nama Azkaban, adalah nama
lain dari setan," tegasnya sambil menunjukan novel berjudul,
``Harry Potter and the Prisoner of Azkaban"
Dalam sejarahnya, novel ini telah terjual
hingga 125 juta eksemplar. Hingga dibuat filmnya oleh Hollywood
dan telah beredar di bioskop-bioskop Inggris dan Amerika Serikat.
Sedangkan di Taiwan sendiri, novelnya telah tercetak hingga
1,8 juta yang menggunakan bahasa Cina.
|