Byaarr!!! Deretan balok es berbalur warna hijau, ungu dan merah
pewarna roti itu tiba-tiba berpendar seperti kristal yang memancarkan
warna-warna terang. Ranting-ranting kering dan lampu-lampu kecil
yang dipasang di sela-sela balok es itu membuat 'pohon' itu makin
terlihat hidup.
Balok-balok ini menjadikan suasana Kebaktian Malam Natal di Kampus
Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya tahun ini berbeda dari
sebelumnya. Selasa (30/11) suasana ini bisa dirasakan di Auditorium
UK Petra Jl Siwalankerto, saat UK Petra menggelar. kebaktian yang
bertema Dalam terang-Mu, kami melihat terang". Mereka menggunakan
hiasan utama pohon Natal yang lain dari biasanya, yaitu 50 balok
es warna-warni. Pohon Natal itu menjadi makin indah saja ketika
sejumlah lampu yang dipasang di bagian bawah dinyalakan.
Ir Titin Wahono, perancang yang juga dosen desain interior UK
Petra menjelaskan, dia ingin merayakan Natal tahun ini dengan
cara yang berbeda. "Setiap perayaan Natal selalu tidak ada
perubahan. Saya ingin perayaan tahun ini berbeda," katanya.
Titin menjelaskan secara filosofis gambaran pohon Natal rancangannya
itu. Aneka macam warna dan ukuran ketinggian balok es yang berbeda-beda,
menggambarkan realitas hidup manusia. Tetapi, semua balok es itu,
tetap berdiri tegak di hadapan Tuhan dan suatu saat pasti akan
meleleh dengan sendirinya. "Begitulah manusia, sekarang setiap
orang kan semaunya sendiri. Saya ingin mengingatkan pesan moral
melalui hiasan ini," ujarnya.
Pohon Natal yang tak kalah kreatif juga dibangun di halaman
kampus UK Petra. Satu di antaranya pohon Natal yang dibuat dari
860 buah kaleng bekas yang dirangkai menjadi satu dan tentu saja
dilengkapi dengan lampu penerang. Diukur dari tanah, pohon Natal
kaleng itu mencapai tinggi lima meter. (nan)
sumber : www.surya.co.id