BISA dikatakan tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali
ini pun tak banyak pilihan acara Natal buatan lokal di layar kaca.
Sudah begitu, kemasan acaranya pun seakan tak berbeda antara program
yang satu lainnya. Bisa dikatakan, hampir semua acara Natal di
televisi kali ini menyuguhkan para penyanyi lokal dengan kidung-kidung
rohani.
SEMENTARA film-film Barat dengan aneka variasi cerita berlatar
belakang hari Natal ditayangkan hampir di semua stasiun televisi.
Mulai dari cerita Natal yang telah menjadi klasik, seperti dalam
film Miracle on 34 Street yang dibintangi Richard Attenborough
dan Elizabeth Perkins, sampai Home Alone yang berkisah tentang
kecerdikan seorang anak melawan dua penjahat yang berusaha masuk
ke rumahnya saat liburan Natal.
Selain film-film layar lebar yang masuk ke televisi (TV), beberapa
stasiun TV pun menyajikan film-film animasi dengan kisah-kisah
Natal sebagai latar belakangnya. Trans, misalnya, muncul dengan
Second Star to the Left, tentang kado yang terjatuh dari kereta
salju milik Santa Claus, dan Bob the Builder: A Christmas to Remember
yang berkisah tentang kesibukan si tukang bangunan dalam mempersiapkan
perayaan hari Natal.
Kemasan musik dalam acara Natal antara lain muncul di TV7 lewat
acara Berharga di MataMu yang menampilkan Aminoto Kosin dan penyanyi
Nafa Urbach, Lita Zen, Katon Bagaskara, Glen Fredly, Andre Hehanusa,
Edo Kondologit, Eka Deli, Rio Febrian, Joshua, dan Once.
Acara tersebut rencananya akan dipandu oleh Nico Siahaan dan
Dona Agnesia. Selain menampilkan lagu-lagu gereja dan pop yang
bernuansa Natal, acara ini juga akan diisi dengan tarian dan fragmen
yang menghubungkan antara kisah lagu yang satu dan lainnya.
Bentuk variety show serupa itu juga muncul di TPI lewat acara
Simfoni Kehidupan dan Bersama untuk Damai. Di sini juga ada Andre
Hehanusa, Joshua, Edo Kondologit, selain Harvey Malaiholo, Mus
Mujiono, Lidya Nursaid, Paduan Suara GKI Layur Rawamangun, Agnes
Monica, Erie Susan, Nugie, Marcell dan Dewi, Grace Simon, serta
Thessa Kaunang.
Sementara Indosiar mengemas lagu- lagu rohani dalam acara Gift
Ruth Sahanaya Concert. Pada acara yang mengambil tempat di Teater
Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, ini akan tampi
Eka Deli dan Once "Dewa" menemani penyanyi Ruth Sahanaya.
Cengkok dangdut kali ini juga muncul untuk merayakan Natal di
layar kaca. Jingledut, acara yang rencananya ditayangkan antv
ini juga berisi lagu-lagu pujian Natal, namun dibawakan dalam
cengkok dangdut. Belum disebutkan siapa penyanyi yang bakal melantunkan
lagu Natal bergaya dangdut tersebut.
Di tengah kemasan acara musik, antv juga menampilkan drama Natal
berjudul Pertobatan. Drama berdurasi sekitar 90 menit ini berkisah
tentang seorang pemuda yang salah dalam memilih jalan hidupnya.
Meski dia sempat "mencampakkan" istrinya, pintu tobat
ternyata tetaplah terbuka baginya.
KALAU melihat nyaris tidak adanya sinetron maupun film televisi
lokal, tampaknya para pengelola stasiun TV maupun rumah produksi
belum tertarik untuk membuat tontonan drama khusus untuk merayakan
hari Natal. Budi Darmawan, Manajer Humas SCTV, berkilah, ketiadaan
sinetron atau film televisi lokal kali ini hanya merupakan variasi
acara semata.
"Kalau sehari-hari kita sudah terbiasa menonton sinetron
dan film televisi lokal, mengapa kita tidak menayangkan film-film
impor untuk acara Natal?" ujarnya. Selain itu, film-film
impor yang ceritanya berkaitan dengan hari Natal pun umumnya merupakan
film-film populer.
"Misalnya, film Home Alone yang termasuk box-office. Oleh
karena hari Natal juga bersamaan waktunya dengan hari libur anak-anak,
maka kami pun memilih film-film Natal yang ceritanya dekat dengan
anak-anak. Misalnya, soal sinterklas dalam film kartun The Santa
Claus Brother. Ini bisa menjadi variasi menarik di antara maraknya
film animasi Jepang," Budi menambahkan.
Film drama Natal yang diputar di televisi, antara lain Christmas
Everyday dan The Christmas List yang dibintangi Mimi Rogers dan
Marla Maples di TV7. The Chrismas List bercerita tentang seorang
perempuan pramuniaga yang kerap mengeluh karena merasa hidupnya
tidak sempurna. Dia lalu menuliskan daftar keinginannya dan memasukkan
kertas itu ke dalam kotak pos Santa. Tak lama setelah itu, dia
bertemu dengan seorang anak yang ingin menjodohkannya dengan ayahnya
yang duda kaya, namanya juga keluar sebagai pemenang berhadiah
mobil sport.
Trans memilih film drama komedi, seperti The Christmas Secret
yang bercerita tentang seorang profesor yang ingin membuktikan
bahwa rusa bisa terbang lewat petualangannya ke bengkel Santa
Claus. Stasiun TV ini juga memutar film komedi I Saw Mommy Kissing
Santa Claus. Ceritanya tentang seorang anak yang mengira ibunya
berselingkuh dengan Santa Claus gara-gara dia melihat ibunya mencium
sang santa. Dia takut orangtuanya akan bercerai. Oleh karena itu,
dia berusaha keras menolak kehadiran Santa Claus. Hal yang aneh
untuk anak-anak.
Kalau stasiun TV lain memilih film drama, seperti Lativi dengan
A Chance of Snow yang berkisah tentang cinta yang kembali menyatu,
TPI memilih film musikal, Grease yang dibintangi John Travolta
dan Olivia Newton-John. Film yang pernah populer sekitar tahun
1970-an. (CP)
sumber : www.kompas.com