:home:about:advertise:subscribe:feedback:help:contact
kembali ke buletin

Ketika Desember Tiba...


DESEMBER rasanya datang semakin awal setiap tahun. Itulah kesan beberapa pengamat yang biasa memerhatikan masalah konsumsi masyarakat di Barat. Komentar itu sekaligus untuk menunjukkan tendensi dunia konsumsi, di mana apa saja pada masa kini cenderung dihela sebagai kendaraan untuk meningkatkan perdagangan barang-barang konsumsi. Desember, akhir tahun, adalah momen untuk "merayakan belanja". Suasana Desember itu biasanya ditarik lebih awal dan lebih awal, agar masa belanja bisa lebih panjang.

Hey, it’s Christmas time. Let’s go shopping," kata Henny Udy, General Manager Corporate Public Relations Plaza Indonesia, mengomentari atmosfer Natal. "Akhir tahun biasanya tenants (penyewa) kami maunya semua barang terjual, banyak barang yang terjual. Nah, biasanya kan momentum Natal dan Tahun Baru itu jadi momentum emas buat bikin barang terjual habis. Itu momen penting buat tenants kami, bisa jual barang banyak dan menguntungkan," tutur Henny.

Tanda-tanda suasana Natal mulai terlihat di beberapa pusat perbelanjaan, termasuk Plaza Indonesia. Sampai saat ini yang agak dominan memang masih suasana Lebaran, yang puncaknya baru saja berlalu. Di beberapa pusat perbelanjaan, para pramuniaga bahkan masih mengenakan kerudung.

"Secara keseluruhan, nuansa Natal baru akan kami buat tanggal 5 Desember nanti. Dan kami mengerjakannya bertahap, tidak langsung selesai pada hari itu," kata Henny. Nuansa Natal nantinya dibikin tidak terbatas pada dekorasi, tetapi juga lagu-lagu yang diperdengarkan di plaza. "Karyawan Plaza Indonesia nanti juga akan pakai topi Santa Claus," katanya.

PERDAGANGAN diam-diam menghapus berbagai perbedaan. Semua momentum bisa menjadi berkah bagi mereka yang pandai mencari peluang bisnis.

Lihatlah misalnya Budiati Harsono (34), yang saat ini sibuk membikin kue-kue kering jahe (biasa disebut gingerbread) yang umumnya juga dihubungkan dengan Natal. Budiarti-biasa dipanggil Asti-membuat kue-kue dengan desain seperti lonceng, Santa Claus, pohon Natal, sampai ke gingerbread men tadi.

"Waduh, waduh, menjelang Natal ini saya bakalan kerja rodi tiap hari sampai subuh untuk menyelesaikan pesanan kue-kue Natal. Sejak awal November ini saja sudah ribuan keping kue dipesan," kata Asti, yang memulai usaha membuat kue-kue kering berdesain unik tersebut sejak sekitar empat tahun lalu.

Natal hanyalah bagian pemanfaatan momentum untuk pembikinan desain- desain khusus. Dari soal kelahiran Yesus (Natal), kebangkitan Yesus (Paskah), sampai hari berkasih-kasihan (Valentine) ataupun hari setan-setanan (Halloween), semua dia bisa melayani. Kata Asti, "Pelanggan saya banyak datang dari kalangan ekspatriat. Kalau sudah mau Natal, Paskah, Valentine, atau Halloween, pasti pesanan kue membeludak."

Harga kue-kuenya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 per keping untuk ukuran cukup besar, Rp 35.000 untuk satu toples berisi kue-kue ukuran kecil, hingga Rp 250.000 untuk kue berbentuk rumah, lengkap dengan halamannya. "Karena bentuk kuenya mereka anggap lucu-lucu, biasanya anak-anak malah sayang memakannya. Ibu-ibu pelanggan saya suka bilang, anak mereka bukannya makan kue itu, tetapi malah mengoleksinya, he-he-he..." tuturnya.

Bagi Asti, Desember dengan Natal-nya memang memberinya rezeki khusus, meski dia enggan memberi tahu jumlah pasti omzetnya menjelang Natal. Namun, ah, bukankah yang penting orang bahagia? Itu diakui Asti. Katanya, "Bisnis begini sangat lumayan buat ibu-ibu seperti saya. Selain itu sangat fun, karena saya senang melakukannya."

BERKAH akhir tahun menyebar di mana-mana, dari pusat perbelanjaan mewah, para pengusaha rumahan, sampai ke pedagang-pedagang tanaman di pinggir jalan yang saat ini ramai mendagangkan pohon cemara, ditambah lagi (di tahun-tahun belakangan ini) tanaman poinsettia (Euphorbia pulcherrima)- seperti di Amerika saja....

Di Sogo Department Store, yang saat Lebaran konter khusus anak-anak menyediakan baju koko kecil dan kebaya kecil, kini diisi dengan jas-jas kecil dan gaun-gaun pesta berupa long dress.

Sementara Mal Kelapa Gading (MKG) membenahi diri dengan tema "Disney Enchanting X-Mas". Seluruh dekorasi mengacu pada suasana negeri dongeng Walt Disney lengkap dengan tokoh-tokoh kartunnya. "Tema kami arahkan ke fantasi, dan kali ini kami bekerja sama dengan Disney," kata Ng Kui Lai, Head Unit MKG (begitu jabatan resminya).

Pada perayaan-perayaan hari besar, MKG katanya selalu memunculkan pemandangan spektakuler untuk menarik pengunjung. Kali ini mereka akan memasang pohon Natal raksasa berukuran 18 meter di arena MKG. Kemudian di kawasan sekitar situ, La Piazza, akan dipasang lilin raksasa setinggi empat meter. Sementara untuk menarik perhatian anak-anak, di kompleks situ yang bernama Gading Batavia, akan dilepas Santa Klaus yang akan membagi-bagi permen. "Santa Claus kami tidak naik kereta salju, tetapi delman," kata Muetia Hakim, Humas MKG.

MKG juga akan menyiapkan panggung yang akan menampilkan paduan suara dari berbagai kelompok pada setiap hari Sabtu dan Minggu. Khusus tanggal 24 Desember, akan tampil paduan suara dari kelompok Purwacaraka.

Tempat ini, yang dikonsep sebagai kesatuan dari fashion, food, entertainment (mode, makanan, hiburan), memang punya moto "Everyday is Celebration"-setiap hari adalah perayaan. Perayaan itu akan semakin meriah pada hari raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan hari-hari raya lain.

Hari besar memang selalu mendatangkan semacam "bisnis kagetan". PD Victory di kawasan Pasar Pagi Mangga Dua, setiap dua setengah bulan di akhir tahun sibuk menjual dan mendistribusikan pohon Natal (di luar hari-hari sibuk, mereka katanya hanya menjual payung saja). Barang-barang perlengkapan Natal itu tidak hanya dijual di Jakarta, tetapi juga dikirim ke Surabaya, Makassar, sampai Papua. Katanya, pihaknya mendapatkan barang-barang itu dari pemasok lokal maupun luar negeri seperti China dan Taiwan.

Pada tingkat industri rumahan, bisa juga dilihat kesibukan Nira Sentiani (38) di daerah Bekasi Timur, yang membuat berbagai hiasan Natal, dari bahan poliresin polimer.

Pada hari-hari biasa, Nira sebenarnya juga mengakui melayani pesanan suvenir untuk perayaan agama-agama lain. "Kalau sedang ada perayaan-perayaan tertentu agama Buddha, saya juga sering menerima pesanan suvenir berbentuk macam-macam, seperti patung dewa-dewa," kata Nira. Nira yang menjalankan bisnisnya sejak tahun 2002 itu mengaku sangat menikmati pekerjaannya. Katanya, "Saya senang terus-menerus terpacu untuk mengembangkan desain-desain baru."

PELAKU bisnis yang ikut kejatuhan rezeki setiap akhir tahun tiba seperti sekarang adalah para pedagang tanaman hias. Natal identik dengan "pohon Natal" atau "pohon terang". Ini membuat bisnis pohon cemara mengalami booming.

H Jaya (50), salah satu penjual tanaman hias di Jalan Gerbang Pemuda di kawasan Senayan, mengatakan, pohon-pohon cemara itu mereka dapatkan dari pemasok yang umumnya berasal dari kawasan Parung, Bogor. "Saya tidak tahu persis dari mana pemasok itu mendapatkan pohon cemara. Tetapi ada beberapa dari mereka yang sengaja menanam cemara untuk dijual," kata pria Betawi tersebut.

Menurut Jaya, yang biasanya dijajakan para pedagang tanaman hias di Senayan adalah jenis cemara Afrika. "Pohon cemara Afrika bentuknya bersusun-susun mekar ke bawah sehingga sangat bagus kalau dihias menjadi pohon Natal," katanya.

Akhir-akhir ini daftar tanaman hias yang juga laris dibeli untuk hiasan Natal adalah poinsettia atau di sini disebut kastuba tadi. Tanaman perdu yang dapat ditanam di pot-pot kecil tersebut diminati karena warna sebagian daunnya yang merah menyala seperti bunga. Tanaman yang konon asli Meksiko ini biasanya ditata mengelilingi pohon cemara.

Jaya maupun Derik (28)-pegawai di toko PD Victory-mengaku siap menerima order menghias pohon Natal. Untuk Derik, ia siap menerima order menghias itu di luar jam kerjanya sebagai penjaga toko. Ia mengaku tidak menetapkan tarif khusus untuk jasanya. Kata Derik, "Sekadar cukup buat beli rokok dan ongkos naik angkot pergi pulang ke tempat orang yang pasang pohon Natal saja."

Dunia konsumsi menyajikan berbagai pilihan yang seolah tak terbatas. Alangkah indah kalau kita tak perlu selalu harus bergantung dengan berbagai hal yang "wah" dan mentereng, tetapi sebaliknya bisa berbagi, dengan mereka yang mengais rezeki-rezeki kecil, di akhir tahun seperti ini.


Sumber : www.kompas.com

kembali ke buletin 

home :about :advertise :subscribe :feedback :help :contact 

Copyright © 2004 melvar lintasnusa, pt 
bandung, id 

 
Special Edition Natal 2004 
 
Melsa Alert - Virus News