Dua bulan sebelum hari Natal sampai mendekati hari Natal yang
jatuh setiap tanggal 25 Desember biasanya toko-toko telah menyediakan
pernak-pernik untuk menyambut hari yang sangat dinanti-nantikan
umat Kristen ini. Tradisi merayakan hari kelahiran Yesus Kristus
ini berasal dari dunia Barat. Biasanya orang menghias rumah mereka
dengan menampilkan pohon cemara (sejenis pohon yang tetap hidup
di musim dingin), bola-bola, lonceng, ditambah kapas untuk menyimbolkan
salju.
Masyarakat Kristen di kota-kota besar di Indonesia lebih mudah
mendapatkan pernak pernik untuk mengubah suasana rumah menjadi
lebih meriah dan bernafaskan religi. Bagi mereka yang kreatif,
tidak harus menggunakan pohon cemara yang mungkin susah didapat.
Sebagai penggantinya pohon cemara dapat diganti pohon, pelepah
kelapa atau batang pisang yang diberi hiasan bunga soka atau bugenvil
yang mudah diperoleh. Namun, yang lebih baik adalah memilih pohon,
daun, dan bunga artifisial yang tahan lama. Setelah tahun baru
berlangsung, bunga-bunga ini dapat disimpan untuk dipakai kembali
di tahun yang akan datang. Dengan sedikit perubahan, tambahan
dan cara merangkainya jadilah sesuatu kreasi rangkaian yang baru.
Apabila menggunakan bunga segar memang lebih cantik tetapi tidak
tahan lama.
Itulah sebabnya pilihan yang tepat adalah memanfaatkan bunga
buatan yang bentuknya persis seperti bunga asli. Biasanya penataan
rumah bernuansa Natal menggunakan warna merah dan hijau. Hal ini
ada kaitannya dengan suasana di Barat. Bulan Desember adalah musim
dingin (winter
Majalah Griya Asri