|
Tips Membeli Ponsel Bekas
Pada masa dimana ponsel sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi
hal yang eksklusif, perlu kecermatan dalam memilih ponsel. karena yang perlu komunikasi
namun kocek cukup mepet, kini tersedia aneka ponsel bekas dengan segala plus minusnya.
Namun perlu dicermati kondisi ponsel bekas yang akan anda beli.
Pertama, tipe ponsel apa yang akan perlukan, untuk sekedar komunikasi suara,
SMS atau lainnya, misal untuk browsing. Jika sekedar untuk komunikasi pilih tipe
ponsel yang bentuknya sederhana dan tak banyak fiturnya, yang penting harus memiliki
fitur SMS. Fitur ini sangat ekonomis untuk komunikasi. Untuk ini, banyak tersedia
ponsel dengan harga sangat terjangkau. Untuk ponsel yang berfitur lengkap dengan
kemampuan browsing internet, tentu tak lagi ekonomis harganya.
Kedua, lihat kondisi body luarnya, utamakan memilih ponsel yang mulus, ini
menjaga anda agar tidak mendapat ponsel bekas jatuh, yang bisa mempengaruhi kemampuan
dari ponsel itu.
Ketiga, cek kemampuan ponsel menerima signal. atur ke menu network atau
jaringan, lihat apakah ponsel ini mampu mengampu semua operator. Lihat juga tingkat
penerimaan signal pada layarnya. Apakah maksimum? Jika memungkinkan, coba simcard
semua operator, bisa pinjam milik show room tempat anda akan membeli ponsel. Jika
semua indikator signal jaringan terlihat full atau mendekati full dan tidak cenderung
naik turun, anda boleh yakin akan kemampuan penerimaan signalnya. Jika tampak
naik turun (tidak stabil) menandakan kemampuan PA (bagian penerimaan dan pengiriman
signal) sudah lemah. Sebaiknya cari yang lain.
Keempat, lihat bagian belakang ponsel dengan melepas baterainya.
Cek apakah nomor IMEInya sesuai dengan mesin ponsel itu. Caranya tekan tanda bintang
(sebelah kiri angka 0) lalu pagar (kanan angka 0) trus 06 dan pagar, kemudian
tekan YES atau gambar telpon warna hijau. ( maaf, sengaja saya tulis satu persatu
karena keterbatasan penulisan jenis karakter huruf pada ruang opini ini) Jika
sama, berarti mesin ponsel itu sesuai dengan casing atau body dan dusnya. Jika
tidak sama, berarti telah mengalami penggantian pada mesinnya.
Perlu diperhatikan, cara sederhana, kertas bagian belakang yang menujukkan nomor
IMEI asli umumnya berwarna perak (silver). Jika kertasnya berwarna putih, sudah
pasti sudah diganti dan tidak asli. hati-hati, kini telah banyak counter ponsel
mampu mengganti imei.
Kelima, lihat juga apakah bagian sekrupnya tertutup kertas segel. Jika
ada bekas dibuka, berarti pernah diservis alias pernah rusak.
Keenam, cek kondisi baterainya. Caranya, coba hubungi nomor bebas pulsa
saat indikator baterai menunjukkan full. Jika tiba tiba indikator menurun atau
bahkan terdengar suara peringatan baterai habis, berarti baterai ponsel itu drop
alias soak.
Ketujuh, Cek kondisi LCD alias layar ponsel. Caranya tekan semua menu pada
ponsel secara cepat. Jika terlihat agak buram ketika anda melakukannya, berarti
kondisi layarnya sudah lemah.
Kedelapan, Jika masih ada garansi, tanyakan pada showroom atau tempat anda
akan membeli ponsel, bisakah ponsel itu dikembalikan pada tempat itu jika terjadi
kerusakan. Pastikan anda mendapatkan garansi resmi dari produsen ponsel yang akan
anda beli.
Semoga anda dapatkan ponsel bekas yang sesuai kebutuhan anda dan puas dalam menggunakannya.
Selamat berkomunikasi...
|