:home:about:advertise:subscribe:feedback:help:contact
kembali ke buletin

Etika Bersilaturahmi


Setelah mempersiapkan segala sesuatu untuk mudik lebaran nanti, ada pula yang kudu dipersiapkan untuk berlebaran bersama sanak saudara, kerabat, dan handai taulan. Kunjungan atau silaturahmi di hari raya tentunya menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu. Saat itulah kita saling memaafkan atas segala kesalahan yang diperbuat orang lain dan yang kita perbuat atas orang lain.

Aktivis perempuan yang juga kader dari Partai Keadilan Sejahtera Surabaya, Yulyani SPd, menjelaskan jika tradisi silaturahmi merupakan sunah Rasul yang sangat besar pahala dan manfaatnya.

“Dalam sebuah hadis dikatakan jika kita senang melakukan silaturahmi maka rezeki kita bertambah luas, dikarunia umur panjang, dan diampuni dosa-dosa kita,” tuturnya, Rabu (3/11).

Pengasuh sebuah acara bertema seputar perempuan di salah satu radio swasta bersegmen pendengar perempuan itu, mengingatkan jika hendak bersilaturahmi perlu memperhatikan etika bersilaturahmi atau bertamu agar tidak menyinggung perasaan sang tuan rumah dan membawa berkah bagi kita maupun sang tuan rumah, meski itu saudara kita sendiri.

“Seringkali kita melupakan soal etika bersilaturahmi ini, padahal hal itu sangat penting diperhatikan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan saat silaturahmi,” ujar Yulyani yang juga anggota DPRD Kota Surabaya ini menambahkan.

Tak hanya etika bagi tamu yang ingin bersilaturahmi, tuan rumah pun perlu etika menerima tamu. Misalnya, memperlakukan tamu dengan baik, menghidangkan makanan yang memuaskan tanpa harus bermewah-mewah, dan membuat tamu merasa nyaman berada di rumah kita.

“Rasulullah mengatakan bahwa jika kita memperlakukan tamu dengan baik maka pahalanya adalah surga,” imbuh Yulyani yang akrab disapa Ummu Hamas.

Berikut beberapa tip tentang etika bersilaturahmi dari Yulyani;

* Mengetuk pintu dengan pelan, tidak menggedor.

* Ucapkan salam dengan sopan atau tidak berteriak, maksimal 3 kali mengucap salam. Jika tidak ada jawaban padahal rumah sedang sepi, sebaiknya kembali lagi lain kali atau menelepon.

* Pilihlah waktu berkunjung yang tepat bukan pada saat orang sedang beristirahat, misalnya sore hari atau setelah maghrib. Berbeda kondisinya jika kita sudah mengadakan janji dengan sang tuan rumah terlebih dulu.

* Tanyakan pada tuan rumah apakah ada acara atau kesibukan lain.

* Mempersingkat waktu kunjungan jika sang tuan rumah terlihat sedang sibuk atau ada acara di luar.

* Usahakan membawa oleh-oleh secukupnya saja, terutama jika jarak rumah yang kita kunjungi di lain kota, tapi bukan suatu keharusan. Oleh-oleh yang kita bawa bisa menyenangkan tuan rumah atau membawa suasana bahagia.

* Jangan membebani atau merepotkan tuan rumah dengan kedatangan kita.

* Jika kita akan berkunjung pada kerabat di lain kota sebaiknya telepon dulu untuk memastikan tuan rumah ada di tempat.


sumber : surya.co.id

kembali ke buletin 

home :about :advertise :subscribe :feedback :help :contact 

Copyright © 2004 melvar lintasnusa, pt 
bandung, id 

 
Special Edition
Idul Fitri 2004
 
 
Melsa Alert - Virus News