Bagi
Anda yang beragama Islam, kebanyakan dari Anda pada saat ini mungkin
hanya mempersiapkan diri untuk menyongsong datangnya bulan Ramadhan.
Tapi apakah Anda juga sudah melakukan persiapan menyongsong datangnya
Idul Fitri? Ada baiknya Anda sudah menyiapkan anggarannya dari
sekarang. Biasanya inilah pos-pos tambahan yang perlu dibuatkan
anggarannya.
1. Makanan dan Kue untuk Suguhan
Banyaknya tamu mengharuskan Anda menyediakan suguhan, entah masakan
atau kue. Saya pernah melihat sebuah keluarga dikunjungi 7 tamu
pada hari pertama Lebaran, 5 tamu pada hari keduanya, dan 8 tamu
pada hari ketiga. Satu tamu rata-rata adalah suami-istri dengan
dua anak. Jadi, 4 orang sekali datang. Tamu baru benar-benar habis
pada hari ketujuh.
Keluarga ini tadinya sudah menyiapkan 7 stoples kue kering.
Tapi pada akhir hari kedua, tujuh stoples itu hampir habis sehingga
mereka harus membeli tiga stoples tambahan. Pada akhir hari keempat,
tiga stoples itu habis juga sehingga mereka harus membeli lagi
sekitar 4 stoples. Setelah dihitung-hitung, mereka sudah membeli
sekitar 14 stoples kue! Satu stoplesnya sekitar Rp 25.000.
Inti dari ilustrasi tadi, Anda hendaknya memperhitungkan siapa
saja yang bakal bertandang sejak Lebaran hari pertama sampai jangka
waktu seminggu setelah itu. Sekaligus Anda bisa memperkirakan
berapa banyak masakan atau kue yang harus Anda sediakan.
2. Busana Baru
Mungkin bukan hanya busana, tapi juga tas, sepatu atau semacam
itu. Perkirakan baik-baik siapa saja yang akan Anda belikan, lalu
buat batasan berapa yang akan Anda belanjakan untuk masing-masing
orang dan turuti batasan tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa toko
punya segala macam alasan untuk bisa mengadakan acara diskon.
Jangankan Lebaran, Tahun Baru pun toko akan menjadikannya alasan
untuk memberikan diskon. Selain itu, ada juga Diskon yang diberikan
pada saat Natal, Valentine (Hari Kasih Sayang tiap 14 Februari),
bahkan diskon saat liburan sekolah.
3. Hadiah
Buat daftar siapa-siapa saja orang yang akan Anda beri hadiah.
Misalnya orang tua, suami, istri, anak, saudara, teman, dan sebagainya.
Di samping tiap nama tersebut, tuliskan berapa batas pengeluaran
yang Anda sediakan. Misalnya: orang tua Rp 100 ribu. Suami
- Rp 50 ribu. Anak Rp 60 ribu. Dengan demikian, semua pengeluaran
Anda untuk Hadiah Lebaran jadi terencana. Biasanya, kebanyakan
orang terlalu fokus kepada jenis barang apa yang ingin mereka
beli, ketimbang berapa rupiah yang harus mereka belanjakan.
Sekarang daftar Anda selesai dan Anda sudah tahu batas jumlah
rupiah yang harus Anda belanjakan. Tapi stop, jangan membelinya
dulu. Datanglah ke ATM dan ambil uang tunai untuk membeli barang-barang
tersebut. Ya, betul. Saya tidak menyarankan Anda membawa kartu
kredit ketika hendak berbelanja barang untuk hadiah di mal. Ingat,
kartu kredit biasanya sangat menggoda bila Anda sedang melihat-lihat
barang di mal. Akibatnya, tagihan Anda pada bulan berikutnya bisa
membengkak hingga Anda tidak bisa melunasinya dalam satu kali
tagihan saja. Jadi, bila Anda memutuskan mengeluarkan uang Rp
300 ribu untuk hadiah Lebaran tahun ini, maka datang ke ATM, ambil
Rp 300 ribu secara tunai, dan gunakan uang tunai itu untuk membeli
hadiah.
4. Rekreasi
Wah, ini dia. Jangka waktu seminggu setelah Lebaran sering dipakai
untuk berekreasi. Untuk yang satu ini, biasanya tidak akan ada
pengeluaran yang terlalu besar bila Anda hanya berekreasi di dalam
kota saja. Tetapi bila Anda berekreasi keluar kota, maka biayanya
mungkin akan jadi lebih besar. Rencanakan tempat yang baik untuk
berekreasi. Tidak harus yang berbiaya mahal. Sesekali ajak anak-anak
ke tempat-tempat rekreasi yang mendidik, semisal ke museum atau
kebun binatang.
sumber : www.perencanaankeuangan.com